Kamis, 28 Mei 2009

pRoFil cWo iDamAn aqU

pRofIl aFgan
Afgan yang lahir di Jakarta tanggal 27 Mei 1989 ini dibesarkan di tengah keluarga yang menggemari musik. Sejak bangku sekolah dia sudah sering diminta menyanyi meskipun hal itu sering ditolaknya karena malu.
Langkahnya di dunia musik berawal ketika dia menyanyi dan merekam suaranya untuk koleksi pribadi di WannaB Instant Recording Studio. Produser dari WannaB production rupanya mencium bakat besar dari pria berkacamata ini dan kemudian menawarinya untuk rekaman. Awalnya dia sempat ragu, namun akhirnya dia menerima tawaran itu dan langsung masuk dapur rekaman. Sejumlah musisi ternama pun turut membantu penggarapan albumnya, antara lain Fajar LMN, Harry Budiman (produser Tangga), Deddy Dhukun, dan Dian Pramana Putra, dan Bebi Romeo.
Tanggal 25 Januari 2008, album perdananya yang diberi judul Confession No. 1 dirilis. Album bernuansa pop, soul, R&B, dan jazz ini dalam sekejap mampu melejitkan nama Afgan. Lagu-lagunya seperti Terima Kasih Cinta, Sadis, Klise dan Tanpa Batas Waktu mampu mencuri perhatian para penikmat musik, terutama kaum hawa. Berkat album ini, Afgan mampu menyabet penghargaan Most Favorite Male dan Artist Of The Year dalam MTV Indonesia Award.
Album keduanya rencananya akan dirilis pada pertengahan tahun 2009 ini. Dia juga sudah merilis sebuah singel yang berjudul Bukan Cinta Biasa yang juga menjadi soundtrack film berjudul sama.

pUisi qUU

Dentingdenting yang berbunyi
dari dinding kamarku
sadarkan diriku dari lamunan panjang
tak terasa malam kini semakin larut
ku masih terjaga
sayang kau di mana aku ingin bersama
aku butuh semua untuk tepiskan rindu
mungkinkah kau di sana merasa yang sama
seperti diriku di malam ini
rintik gerimis mengundang
kekasih di malam

jUlianI

jUlianI tUh nMa bElakNg qU lOw u pnGn tAu. . . . . . . .
nM bElakAng aQu bAgus kAn . . .he.e.e.e.e.

cWe"

keSekerTarisan

Dalam era globalisasi, fungsi dan peranan sekretaris semakin dibutuhkan oleh para manajer. Para manajer dalam memanfaatkan waktunya lebih berkonsentrasi pada tugas managerialnya yang penuh tantangan itu dan segala pekerjaan staf didelegasikan kepada sekretarisnya. Sebagai konsekuensi logis sekretaris pun akan menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut tidak ada alternatif lain bagi sekretaris kecuali mengantisipasi situasi yang akan datang dengan mengembangkan diri, melalui kompetensinya dengan cara :
§ Memiliki sikap dan kepribadian yang sesuai dengan posisinya sebagai sekretaris
§ Memiliki berbagai pengetahuan yang menunjang pekerjaannya
§ Terampil dalam memakai alat kantor berteknologi tinggi
§ Terampil dalam mengelola kantor
§ Cakap dalam berhubungan dengan pimpinan dan orang lain
§ Menguasai bahasa asing terutama Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional